Senin, 01 Oktober 2018

Hari Batik Nasional

Hari Batik Nasional adalah hari perayaan nasional Indonesia untuk memperingati ditetapkannya batik sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) pada 2 Oktober 2009 oleh UNESCO. Pada tanggal ini, beragam lapisan masyarakat dari pejabat pemerintah dan pegawai BUMN  hingga pelajar disarankan untuk mengenakan batik.
Pemilihan Hari Batik Nasional pada 2 Oktober berdasarkan keputusan UNESCO yaitu Badan PBB yang membidangi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan, yang secara resmi mengakui batik Indonesia sebagai warisan budaya dunia. UNESCO memasukkan batik dalam Daftar Representatif Budaya Tak benda Warisan Manusia. Pengakuan terhadap batik merupakan pengakuan internasional terhadap budaya Indonesia.

Selasa, 07 Agustus 2018

Kibaran Obor Asian Games 2018

Kibaran Obor Asian Games 2018

Pada tanggal 17 Juli 2018, Api Obor Asian Games 2018 telah sampai di Yogyakarta.
Obor tersebut akan dibawa keliling di 54 kota dan kabupaten di 18 provinsi di Indonesia dengan menempuh jarak sekitar 18.000 kilometer. Setelah mengelilingi Indonesia kurang lebih satu bulan, obor tersebut rencananya akan tiba di Stadion Utama Gelora Bung Karno tepat pada saat acara pembukaan pada 18 Agustus 2018.
Api yang digunakan pada obor itu bukanlah sembarang api. Api itu diambil dari sumber api abadi di India yang tidak boleh mati saat dibawa dengan pesawat.
Api obor sengaja didatangkan dari India karena India adalah tuan rumah Asian Games pertama pada tahun 1951.
Api ini diambil dari lokasi api abadi Asian Games di India, yaitu Stadion Nasional Dhyan Chand di New Delhi, tempat Asian Games pertama kali digelar di India.
Di India, obor api diserahkan secara simbolik oleh Indian Olympic Association (IOA) President, Narinder Batra, kepada Ketua Komite Penyelenggara Asian Games Indonesia, Erick Thohir.
Api sengaja didatangkan dari sumber api abadi dari India sebagai lambang semangat yang terus menyala untuk menjaga kebersamaan dan persahabatan serta semangat untuk berprestasi.
Api abadi dari India itu dibawa dengan perlakuan khusus dan tak boleh padam hingga tiba di Indonesia. Api dibawa dengan pesawat Boeing 737 400 milik TNI AU.
Api abadi tidak pernah mati karena dibawa menggunakan alat khusus yang disebut tinder box yang berbahan bakar gas. Setiap kali habis, bahan bakar diisi kembali agar mati tidak mati. Sekali diisi bisa bertahan selama 10 jam.
Api abadi dari india ini dibawa dengan dikawal 5 pesawat tempur T-50 Golden Eagle.
Lima pesawat tempur T-50 Golden Eagle milik TNI AU sukses mengawal pesawat yang membawa api obor Asean Games. Sekitar pukul 08.00 WIB, pesawat mendarat mulus di Lanud Adi Sutjipto, Yogyakarta.
Peraih medali emas Olimpiade 1992, Susi Susanti, membawa api obor turun dari pesawat. Setelah itu, Susi menyerahkannya ke Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Yuyu Sutisna. Lalu, Marsekal TNI Yuyu Sutisna bersama Sri Sultan HB X dan Susi Susanti membawa api Asian Games 2018 menuju Museum Pusat Angkatan Udara Mandala Yogyakarta dengan menggunakan kendaraan yang telah disiapkan dengan dikawal Pasukan Bregodo dari Keraton Ngayogyakarta.
Setelah tiba di Indonesia, api abadi dari India akan disatukan dengan api abadi yang diambil dari Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah.
Penyatuan api tersebut akan digelar pada hari Rabu tanggal 18 Juli 2018, di Candi Prambanan, Yogyakarta. Setelah disatukan, api yang sudah disatukan ini akan dibawa menuju Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dengan berlari.
Api Abadi Mrapen merupakan fenomena alam karena faktor gas alam yang keluar dari perut bumi. Akibatnya, muncul api yang hingga saat ini tidak pernah padam. Api ini menjadi bagian penting dalam perayaan Tri Suci Waisak. Selain itu, api untuk pembukaan Pekan Olahraga Nasional (PON), di antaranya Pekan Olahraga Nasional (PON) mulai PON X tahun 1981, POR PWI tahun 1983 dan Haornas, juga diambil dari tempat ini.

Dewi Sartika

Dewi Sartika

Dewi Sartika was the leading figure and pioneer for the education for women in Indonesia. She founded the first school for women in Dutch East Indies. She was formally acknowledged as a National Hero by the Indonesian government in 1966.
Dewi Sartika was born to Sundanese noble parents, R. Rangga Somanegara and R. A. Rajapermas in Cicalengka, on 4 December 1884. As a child, after school she often pretended to be a teacher while playing with her friends. After her father died, she lived with her uncle. She received an education of Sundanese culture while under his care, while her knowledge of Western culture was passed on to her from the wife of a resident assistant. In 1899, she moved to Bandung.
On 16 January 1904, she founded a school named Sekolah Isteri at Bandung Regency's Pendopo which later was relocated to Jalan Ciguriang and the school name changed to Sekolah Kaoetamaan Isteri (Wife Eminency School) in 1910. In 1912, there were nine Sekolah Kaoetamaan Isteri in cities or regencies in West Java (half of the cities and regencies), and in 1920 all of cities and regencies had one school. In September 1929, this school changed its name to Sekolah Raden Dewi.
She died on 11 September 1947 at Cineam, Tasikmalaya while she was evacuating from Bandung due to independence war.
Her name Dewi Sartika is known as the street that was the place of her school.She was awarded the Order of Orange-Nassau at the 35th anniversary of Sekolah Kaoetamaan Isteri as a tribute to her service in education. On 1 December 1966, she received Heroine of the National Movement title.
In 1906, she married Raden Kanduruhan Agah Suriawinata, a teacher at Sekolah Karang Pamulang.

Rabu, 25 Juli 2018

""Kenapa Saya Ingin Masuk SMAN 68?"

Nama    : Diva Fitriani
Kelas     : X MIA 5
Asal 
Sekolah: SMP labschool Jakarta
Tema     : "Kenapa Ingin Masuk SMAN 68?"



 Assalamualaikum Wr. Wb

   
 Puji syukur kehadirat Allah SWT karena kita masih diberi kesempatan untuk bernafas sampai saat ini. 
   
 Yang terhormat bapak dan ibu guru yang saya cintai dan banggakan, pada kesempatan kali ini saya ingin memberitahu alasan saya masuk SMAN 68.
   
 Kenapa saya memilih SMAN 68? Alasan saya yang pertama adalah karena SMAN 68 adalah SMAN terfavorit di Jakarta Pusat. Alasan kedua adalah karena saya mengincar SNMPTN di Universitas Indonesia dan di SMAN 68 peluangnya lebih besar untuk mendapatkannya. 
 
   Alasan saya yang ketiga adalah SMAN 68 memiliki banyak ekstrakurikuler yang menarik dan berprestasi. Alasan keempat yang terakhir adalah SMAN 68 searah dengan tempat kerja ibu saya. Dan alasan saya yang tetakhir yaitu dengan saya bersekolah di SMAN 68, saya bisa menjadi siswi yang mandiri, disiplin, dan berprestasi.
  
  Semoga selama tiga tahun bersekolah di SMAN 68 kedepannya saya bisa menjadi salah satu murid berprestasi yang membanggakan orang tua dan guru-guru. 
    
    Alasan-alasan di atas adalah alasan saya kenapa memilih SMAN 68.
    Sekian dari saya,

     Wassalamualaikum Wr. Wb
          

Kamis, 08 Desember 2016




INVITA 2016

Hasil gambar untuk invita2016

Invita (Industri Visit dan Tafaqkur Alam) adalah kegiatan perjalanan kunjungan menginap bagi siswa – siswi SMP Labschool Jakarta kelas 8 untuk menambah pengetahuan tentang pengetahuan di tempat kunjungan tersebut..
Pada hari Rabu tanggal 19 Oktober 2016, seluruh siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool sudah diinstruksikan untuk berkumpul di Stasiun Gambir pada pukul 17.30 dan mengambil tiket kereta masing-masing di wali kelas masing-masing dengan mengenakan kaos angkatan.
Setelah mengambil tiket kereta dari wali kelas masing-masing, para siswa-siswi menaruh koper masing-masing sesuai dengan kelasnya lalu pergi berkumpul bersama dengan teman-teman dekatnya. Pada pukul 20.00 seluruh siswa-siswi kelas 8 SMP Labschool Jakarta diinstruksikan untuk segera menuju ke gerbongnya masing-masing.
SMP Labschool Jakarta menggunakan gerbong sebanyak tujuh gerbong. Pada pemberangkatan, gerbong satu sampai enam penuh dengan orang-orang dari SMP Labschool Jakarta, di gerbong tujuh, hanya ada beberapa siswi dari kelas 8G dan para guru dan pramubakti lalu sisanya adalah penumpang umum.
Begitu sampai di kereta, seluruh siswa-siswi SMP Labschool Jakarta menuju ke bangku yang sesuai dengan yang ada di tiket masing-masing lalu diberikan Hokahoka bento untuk makan malamnya.
Perjalanan dari Jakarta sampai Jogjakarta dengan kereta, memakan waktu sebanyak 8 jam. Selama perjalan, kegiatan setiap siswa-siswi berbeda-beda. Ada yang langsung tidur, mengobrol dengan teman, bermain game, maupun menonton lewat gadget masing-masing.
Sesampai di Jogjakarta, seluruh siswa-siswi SMP Labschool Jakarta menuju bus sesuai kelas masing-masing. Di bus, Para siswa-siswi langsung tidur kembali da nada juga yang sudah tidak bisa memejamkan matanya lagi.
Setelah sampai di tempat tujuan, para siswa-siswi SMP Labchool Jakarta bergegas pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri lalu mengganti bajunya dengan seragam batik dan rok biru. Setelah itu, siswa-siswi SMP Labschool Jakarta di persilahkan untuk mengambil sarapan mereka masing-masing.
Selesai sarapan, sebagian siswa pergi ke supermarket da nada juga yang langsung kembali ke bus masing-masing.
Lokasi yang dituju berikutnya adalah Sabilah Farm. Di Sabilah Farm kita diberian materi tentang tanaman yang ada di Sabilah Farm dan diperlihatkan tanamannya. Pada saat itu di Sabilah Farm sangatlah panas.
Setelah kegiatan di Sabila Farm selesai, para siswa-siswi pergi menuju bus masing-masing untuk melanjutkan perjalan ke tujuan selanjutnya yaitu PT. Siritex. Di PT. Siritex, kami diberi materi tentang sejarah-sejarah PT. Siritex dan apa saja yang diproduksi oleh PT. Siritex. Setelah itu, siswa-siswi dipersilahkan unutk pergi ke showroom untuk membeli oleh-oleh.
Kami kembali ke Jogja untuk makan malam di sebuah rumah makan lalu ke toko baju dan oleh-oleh Jethe, kemudian kami menuju ke Hotel untuk melepas rasa lelah sehabis melakukan kegiatan selama seharian penuh. Hotel yang kami tempati adalah Hotel Cavinton bintang 4 yang berada di tengah-tengah kota Jogja.
Pada hari selanjutnya tanggal 21 Oktober 2016, kami pergi ke berbagai tempat sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu Keraton, Desa Giriloyo dan Pantai Parang Tritis. Kami menuju Keraton menggunakan shuttle bus. Disana kami melihat-lihat barang-barang bersejarah yang ada di Jogja. Tujuan selanjutnya adalah Desa Giriloyo, disana kami membatik lalu berfoto bersama, sehabis itu kami langsung pergi ke Pantai Parang Tritis. Pantai ini adalah salah satu tempat yang paling saya sukai ketika Invita. Terakhir saya dan rombongan sekolah pergi ke Malioboro. Disini kami belanja barang-barang yang kami sukai. Tepat jam 22.00 kami kembali ke hotel yang kami tempati.
Tanggal 22 Oktober pagi hari kami harus bangun pagi karena harus check-out hotel tempat kami bermalam. Tempat tujuan kami Hari ini adalah Gunung Merapi dan Candi Borobudur. Setelah dari Candi Borobudur kami pergi ke tempat beli bakpia untuk dibawa pulang kerumah. Setelah itu kami bergegas ke stasiun dimana kami tiba disini hari di pertama.
Perjalan kembali ke stasiun Gambir sekitar 8 jam perjalanan. Walaupun kami semua kelelahan, kami merasa senang karena liburan di Jogja dan merasa sedih karena hrus berpisah dengan Jogjakarta.
Kami tiba di Pagi hari di stasiun Gambir. Kami langsung berpamitan dengan para guru lalu pergi ke orangtua masing-masing untuk melepas rasa rindu selama 3 hari lebih.
 

Senin, 17 Oktober 2016

Pengalaman Penilaian Tengah Semester


Pada hari Senin tanggal 3 Oktober tahun 2016, untuk pertama kalinya siswa SMP Labschool Jakarta melaksanakan Penilaian Tengah Semester atau di singkat menjadi PTS. Penilaian Tengah Semester dilaksanakan dari hari Senin sampai hari Jumat.
Mata pelajaran pada hari pertama Penilaian Tengah Semester adalah Bahasa Indonesia dan Pendidikan Agama. Seperti biasa, sebelum ujian pertama dimulai, seluruh peserta ujian SMP Labschool Jakarta berkumpul bersama teman-temannya di kabir, di depan ruang ujian, kantin, maupun masjid untuk menreview mata pelajaran pertama yang akan di kerjakan nantinya.
Setelah bunyi bel berbunyi, seluruh siswa duduk berbaris di hallma untuk melaksanakan doa bersama sebelum ujian di mulai. Sebelum berdoa, seperti biasa Pak Asdi bersama Pak Gilang dan Pak Dedi memberikan pesan-pesan untuk para peserta ujian. Pada hari itu, yang memimpin doa adalah Kak Budiman dari kelas 9.
Sesudah berdoa, seluruh Peserta ujian dipersilahkan untuk pergi ke ruangan ujian masing-masing. Ketika sudah memasuki ruang ujian, para peserta ujuan menaruh tasnya masing-masing di depan kelas dan mempersiapkan alat-alat tulis yang akan di gunakan ketika ujian berlangsung. Setelah itu ketua kelas  ruang ujian di persilahkan untuk memimpin doa sebelum ujian dan diikuti dengan membaca ten Labschool character. Bagi peserta ujian yang tidak membawa kartu ujian, dipersilahkan untuk meminta surat izin di ruang biologi.
Setelah membaca doa dan ten Labschool character, para guru pengawas ujian bergegas untuk memberikan lembar ujian dan soal ujian sesuai dengan materi tingkatan masing-masing. Selama ujian berlangsung, ruang ujian menjadi sunyi sehingga para peserta ujian bisa konsentrasi mengerjakan ujiannya.
Ketika bel pertama berbunyi, guru pengawas ujian mempersilahkan untuk para peserta yang sudah selesai mengerjakan ujiannya untuk mengambil tasnya masing-masing lalu keluar dari ruang ujian dan untuk para peserta yang belum selesai masih ada waktu untuk mengerjakan sampai bel kedua berbunyi.
Ketika istirahat, para peserta ujian ada yang pergi untuk membeli makan siang di kantin, memakan makanan yang dibawa dari rumah maupun langsung belajar untuk mata pelajaran selanjutnya yang akan di kerjakan. Ketika bel yang menandakan bahwa istirahat telah berakhir berbunyi, banyak para peserta ujian yang langsung merasa gugup.
Para peserta Ujian langsung bergegas pergi menuju ruang ujian masing-masing dan adapaun yang pergi ketoilet. Setelah peserta ujian memasuki ruangan, mereka menaruh tasnya kembali di depan kelas lalu mempersiapkan alat tulis mereka masing-masing untuk mengerjakan ujian yang akan di kerjakan yaitu Pendidikan Agama Islam. Sebelum ujian di mulai, ketua kelas ruang ujian memimpin doa lagi tanpa membaca ten Labschool Jakarta.
Selama ujian berlangsung, ada siswa yang terlihat kebingungan dan ada juga yang mengerjakannya ujian pendidikan Agama dengan mudah.
Setelah ujian berakhir, seluruh peserta ujian bergegas mengambil tasnya lalu keluar dari ruang ujian masing-masing. Kegiatan para siswa setelah ujian berakhir bermacam-macam. Ada yang pergi ke kantin untuk makan siang, pergi ke perpustakaan untuk belajar, dan pergi les untuk persiapan ujian besok.

Selama seminggu itu, semua murid terlihat sangat sibuk. Mereka belajar dengan giat demi mendapatkan hasil nilai yang memuaskan. Mungkin ada juga yang hanya belajar sekedarnya, tetapi hasil nilai akan sesuai dengan usaha yang dilakukan ketika belajar. Tidak terasa sudah hari terakhir Penilaian tengah semester. Mata pelajaran pada hari terakhir adalah IPS dan PJOK. Banyak murid yang merasa senang karena ujian sudah berakhir.


Nama: Diva Fitriani
Kelas: 8G/11